LAST PARADISE


Judul: LAST PARADISE
Penulis: Anthony Ann, dengan inisial: Sentimental Amethyst

Bisa dikatakan komik yang paling menyentuh ini merupakan masterpiece dari Anthony Ann. Dilihat dari berbagai sisi: jalan cerita, setting, gambar, ornament, efek computer, dan aroma yang dibangun, jauh lebih baik dari komik-komik sebelumnya. Namun komik single ini juga menjadi komik manga terakhir Anthony Ann, sebelum akhirnya terbenam dalam dunia buku anak.

Untuk penggarapan komik ini, Anthony Ann harus melakukan riset selama dua bulan di pulau Bali bagi keperluan ekplorasi budaya. Memang berniat menjadikannya sebagai komik manga pamungkas, Anthony Ann tidak lagi tanggung-tanggung menyajikan seting cerita yang tidak jelas, atau luar negeri, melainkan memilih seting dengan identitas jelas: tanah air. Semua tempat yang diceritakan dan digambar dalam komik ini betul-betul ada. Tak heran, sejak dari awal komik ini menyuguhkan pemandangan khas Bali. Ada pura-pura, pakaian adat, dan tak hanya itu, juga diperkenalkan adat dan kebudayaan Bali. Sesekali mitologi juga disinggung.

Komik ini bercerita tentang pasangan Kadek Ayu dan Kerr, gadis local dengan jutawan konyol blasteran Amerika-Jepang. Kerr, Thomas dan pacarnya, July, adalah wisatawan yang dating ke Bali untuk bersenang-senang. Mereka bersahabat dengan seorang turis guide local, Wayan. Karena merasa jenuh, Kerr dan teman-temannya mencoba permainan kencan, maksudnya Kerr bertaruh akan bisa menaklukkan hati seorang gadis local bernama Kadek (yang sebelumnya sudah mengalami kencan-buta yang buruk dengan Kerr) tanpa hatinya sendiri terpikat pada gadis Bali itu. Bila dia gagal, maka mereka harus pulang ke Jepang dan Kerr harus menerima pertunangan yang sudah ditetapkan oleh orang tuanya. Bagi Thomas, ini pertaruhan yang mengasyikkan, karena dia merasa jenuh menemani Kerr keliling dunia hanya karena Kerr melarikan diri dari pertunangan yang sudah ditetapkan baginya.

Mulailah Kerr pedekate pada Kadek, yang ternyata tidaklah segampang yang dikiranya. Kadek yang pemarah membangun tembok yang mencegah kehadirannya. Sementara Kerr jatuh bangun dalam “peperangan” menaklukkan hati Kadek, Thomas bertemu mantan pacarnya, Yurika, yang kebetulan juga sedang berlibur di Bali. Yurika yang terluka oleh perpisahannya dengan Thomas di masa lalu, telah berubah menjadi Yurika yang dewasa, dan tanpa diduga, membangkitkan perasaan Thomas padanya. Saat July melakukan pemotretan di gunung, Thomas menghabiskan hari-harinya dengan berwisata bersama Yurika, sambil mengurai kembali kenangan masa lalu.

Sementara itu, Kerr yang baru tahu bahwa hotel tempat Kadek bekerja adalah rekanan bisnis keluarganya, mulai memanfaatkan kekuasaan uangnya untuk membuat Kadek tidak bekerja selama seminggu dan harus menjadi guidenya mempelajari Bali. Hal ini membuat sebal kadek, namun dia tak memiliki pilihan lain. Candi Dasa, Batu Bulan, Celuk, Pasar Gianyar, Sangeh, Sanur, dan tempat-tempat lainnya menjadi tempat yang mereka kunjungi selama satu minggu itu, dan entah mengapa, perasaan cinta mulai tumbuh di antara keduanya.

July yang curiga pada Thomas berhasil memotret adegan-adegan mesra Thomas bersama Yurika, dengan airmata berlinang tentunya. Pada satu kesempatan, Thomas menyatakan pada Yurika bahwa dia ingin kembali melanjutkan hubungannya yang dulu bersama Yurika, dan mencampakkan July. Hal ini bagai sambaran petir bagi Yurika. Segera wanita anggun itu memutuskan pulang ke Tokyo secepatnya, setelah menyatakan dirinya sudah menikah dan tak mungkin lagi menerima cinta Thomas.

Tak hanya sampai di situ, Thomas mendapati surat July yang juga pulang ke Tokyo. Thomas segera mengejarnya ke Bandara Ngurah Rai, dan dalam pertemuan yang paling mengharukan, July menyatakan tidak akan bisa lagi menerima Thomas dalam hidupnya. Hancurlah Thomas karena kehilangan dua wanita sekaligus.

Di sisi lain, hubungan Kadek-Kerr labih rumit lagi. Cinta yang tumbuh di antara keduanya membuat Kadek akhirnya membuka rahasia terkelam keluarganya pada Kerr. Ayah Kadek adalah wisatawan Amerika yang meninggalkan ibunya begitu saja setelah kelahiran Kadek. Hal ini membuat hidup Kadek menjadi sangat pahit. Kepahitan kisah hidup Kadek membuat Kerr akhirnya berani menyatakan perasaannya, meski dengan hasil dia kalah taruhan.

Namun cinta yang masih muda antara Kadek dan Kerr dirusak oleh Thomas, yang muncul tiba-tiba di hotel tempat Kadek bekerja sambil mabuk (dengan niat pindah hotel setelah hidupnya hancur). Dalam keadaan mabuk dan hancur, Thomas membongkar rahasia pertaruhannya dengan Kerr pada Kadek, bahwa cinta Kerr pada kadek hanyalah ajang pertaruhan.

Kadek seketika lenyap entah ke mana. Kerr yang memuncak kemarahannya, menghajar Thomas di pantai, hingga membuat persahabatan mereka pun hancur. Kerr menjadi putus asa setelah tak berhasil menemukan Kadek, dan berencana akan kembali ke Tokyo.

Di malam jelang Nyepi, ketika jalanan diramaikan oleh pawai patung kertas, Thomas yang menyesali perbuatannya muncul menemui Kerr dan menyatakan melihat Kadek ada dalam arak-arakan. Tahulah Kerr dan Thomas bahwa Kadek lenyap adalah untuk mempersiapkan pawai budaya tersebut. Maka mulailah aksi Kerr melarikan Kadek dari ramainya acara pawai, berhadapan dengan para keamanan adat yang disebut pecalang. Aksi mempertaruhkan nyawa itu hanya untuk menyatakan perasaan cinta Kerr yang sesungguhnya pada Kadek.

Komik ini sangat memikat, baik dari segi humor yang dibangun, romantisme yang dijalin, dan alur cerita yang kaya. Tak heran buku ini dengan sangat cepat habis di pasaran tak sampai 3 bulan. Judul awalnya sebenarnya adalah 100 Dollar Date, namun untuk lebih menggambarkan aroma Bali yang diusungnya, judul tersebut berubah menjadi Last Paradise.

Tak hanya menyajikan jalinan cerita, komik ini juga menyampaikan “potret” dinamika Bali dalam ilustrasi-ilustrasi latar, yang apabila disimak dengan ketajaman hati akan menghadirkan rasa yang beragam. Salah satu contohnya, terdapat gambar adegan wanita wisatawan asing duduk santai top-less, sementara wanita-wanita lokal mengelilinginya untuk mengepang dan mengecat kuku wanita tersebut, persis seperti budak-budak yang melayani rajanya (ini adalah potret nyata yang digambar penulis dari sebuah buku budayawan Bali). Bukankah anda akan miris bila “potret” itu diterapkan dalam kehidupan berkebangsaan? Contoh lainnya, misalnya terdapat beberapa pemuda Bali dengan riang menggotong badan babi yang siap dibakar. Dan ini adalah pemandangan yang banyak ditemui. Bayangkan apa yang ada di dalam benak saudara-saudara muslim?

Dan masih banyak lagi potret-potret budaya yang bertebaran dalam komik ini, membuat buku ini menjadi komik populer remaja yang paling kaya dalam sejarah perkomikan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s