MY FREELANCER TIPS


Kehidupan sebagai freelancer (pekerja lepas) sangatlah menyenangkan, terutama di bidang multimedia. Freelance adalah suatu kondisi status yang tanpa ikatan, jadi seorang freelancer adalah mereka yang mengikatkan diri pada kemampuan mereka sendiri dan tidak mempunyai ikatan dengan instansi manapun. Kebalikan dari status freelance tentu saja adalah karyawan. Seorang karyawan adalah tenaga yang mengikatkan diri pada satu institusi tertentu sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Dengan melihat dua sisi ini jelas freelance memiliki kebebasan lebih dibanding mereka yang menjadi karyawan. Namun begitu, peluang kesejahteraan lebih dimiliki mereka yang menjadi karyawan, karena adanya gaji tetap dan berbagai tunjangan. Seorang freelance dituntut memiliki kemampuan dan daya juang melebihi mereka yang menjadi karyawan tetap. Satu lagi, meski kepastian keuangan dan kesejahteraan karyawan melebihi mereka yang freelance, perlu disadari seorang freelancer adalah mereka yang memperkaya diri sendiri sedang karyawan adalah mereka yang memperkaya pemilik modal. Antara status freelance maupun karyawan tetap sama-sama memiliki untung-ruginya sendiri. Yang jelas, saat ini status freelance sama bergengsinya dengan karyawan tetap. Tertarik ke dunia freelance?

Apa yang perlu dipersiapkan bagi freelancer?

Sama seperti status pekerjaan lain, freelance juga membutuhkan persiapan dan kemampuan dari sang freelancer. Karena berhadapan langsung dengan peluang “hidup-mati”, hal-hal yang menjadi syarat freelance melebihi syarat karyawan tetap, termasuk sisi psikologi. Hal-hal tersebut adalah:

  1. Miliki Skill lebih. Jelas ini merupakan tuntutan yang tak bisa dibantah lagi bagi seorang freelancer. Skill lebih ini tidak hanya meliputi kemampuan tehnis, melainkan daya fleksibilitas. Seorang freelancer pada dasarnya menjadi marketing diri sendiri, maka tidak boleh memiliki kemampuan yang kaku, susah untuk berubah mengikuti tuntutan pasar. Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang freelancer adalah kepiawaian membaca peluang pasar.
  2. Miliki perangkat. Perangkat atau peralatan sendiri adalah satu hal yang tidak bisa dilepaskan seorang freelancer. Berbeda dengan mereka yang menjadi karyawan tetap yang semua kebutuhan peralatannya disediakan kantor (sebagai invetaris kantor), seorang freelancer harus memenuhi sendiri kebutuhannya akan peralatan.
  3. Miliki mental juara. Persiapan mental bagi seorang freelancer adalah mutlak. Kehidupan freelancer berbeda sekali dengan kehidupan seorang karyawan tetap. Freelance memiliki pasang-surut. Memiliki lebih banyak perjuangan dan kesusahan. Karena itu bila mental tidak dipersiapkan akan menimbulkan frustasi dan kekalahan.
  4. Miliki kepandaian mengatur keuangan. Dikarenakan pendapatan yang tidak pasti, seorang freelancer dituntut memiliki kepiawaian mengelola keuangannya. Dia harus mampu memilih waktu kapan membelanjakan uang, bagaimana mengalokasikan royalty atau pendapatan.

Yang harus disadari Freelancer

Ketika memilih status sebagai freelance, seorang freelancer harus menyadari beberapa hal, yang mungkin belum/tidak terlihat saat belum sepenuhnya memasuki dunia freelance. Hal-hal ini seharusnya disadari di depan agar bisa mempersiapkan diri dan bukannya baru disadari di tengah perjalanan.

  1. Tidak semua penerbit jujur. Seorang yang memutuskan menjadi freelance media cetak biasanya akan berbinar dengan buku-buku yang dipajang ditoko, ketika membaca alamat lengkap penerbit buku tersebut (terutama bila berada satu kota dengannya), atau bila menemukan list alamat penerbit yang begitu banyak. Perlu disadari, tidak semua penerbit itu jujur. Banyak penerbit yang bersikap tidak jujur pada penulisnya, atau bahkan penerbit fiktif. Penerbit yang masuk jaringan penerbit besar pun tidak dijamin kejujurannya. Siapa tahu buku yang sedang dipajang di toko buku adalah naskah hasil menipu/memanipulasi karya seorang penulis, hanya saja kasusnya tidak terekspos.
  2. Hukum tak tertulis. Etika dalam dunia freelance sangatlah penting, karena dasar dari berkembangnya freelancer adalah kepercayaan. Contoh dari penerapan etika ini adalah jangan pernah menggandakan naskah untuk dua penerbit berbeda. Harus disadari dalam dunia freelancer ada hukum tak tertulis yang menjadi kiamat bagi seorang freelancer apabila merusak hubungan dengan penerbit, yakni diterapkannya mekanisme blacklist. Blacklist adalah surat kematian bagi seorang freelancer.
  3. Ada peluang bisnis. Sebagaimana bisnis-bisnis yang lain, dalam dunia freelance terdapat juga peluang bisnis baru yang terkait didalamnya, lengkap dengan aura jegal-menjegal dan saling tikam. Produk dari seorang freelance adalah gagasan, yang dimaterikan dalam bentuk cetakan. Gagasan ini bagaimanapun, bisa dibajak oleh pihak lain dengan sangat mudah, apakah oleh editor yang nakal, atau oleh intern dari freelancer sendiri.

Lifestyle Freelancer

Freelance jelas merupakan pilihan hidup, dan saat ini freelance bahkan menjadi lifestyle. Banyak professional muda yang ogah lagi hidup terikat dengan berbagai peraturan— yang menurut mereka sangat membatasi usaha pengembangan diri. Mereka memilih freelance sebagai statusnya, bahkan sebagai gaya hidupnya. Namun jangan lupa, status freelance tidak hanya didapat melalui pilihan, ada juga yang melalui keterpaksaan. Seseorang yang terkondisikan menjadi freelance ada kemungkinan awalnya tidak mengharapkan sebagai freelance. Berbeda dengan dunia karyawan, freelance betul-betul ladang kehidupan yang sesungguhnya. Di sini seseorang tidak lagi dipandang dari lulusan mana dia berasal. Seorang otodidak mungkin sama piawainya dengan mereka yang berpendidikan tinggi, dan sama pula peluangnya. Dunia freelance adalah kompetisi yang fair. Satu-satunya yang menjadi dasar penilaian adalah kemampuan dan karya nyata!

Ready to enter? Selamat datang di dunia freelance…

LIST PERBANDINGAN FREELANCE DAN KARYAWAN TETAP

OBYEK PERBEDAAN FREELANCE KARYAWAN TETAP
Waktu Lebih bebas karena tidak terikat lagi pada jam kerja. Sangat terikat jam kerja.
Keuangan Tidak pasti, dan tidak transparan Kepastian gaji.
Pengembangan Diri Sangat besar, hal ini dikarenakan waktu yang sangat longgar. Tergantung kemauan personalnya. Nyaris tidak ada, kecuali perusahaan berinisiatif mengembangkan karyawannya, itupun di bidang tertentu.
Peluang Bisnis Sangat besar bila freelancer punya kepiawaian mengelola kekuangan dan organisasi. Tidak ada, kecuali karyawan mengambil inisiatif sidejob.
Hancur bila…
  • Bila kliennya bangkrut, atau memutuskan tidak menerima naskah kita.
  • Tidak diterima pasar.
  • perusahaan tempatnya bekerja tutup.
  • Dipecat.
Tunjangan Hidup Tidak ada. Bila perusahaan cukup besar, tunjangan bisa didapat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s