MY INTERNATIONAL WORK


Mengingat lesunya perbukuan tanah air, para penulis dan ilustrastor komik punya peluang lain untuk mengembangkan karirnya sekaligus untuk meningkatkan pendapatan, yakni mulai mengalihkan karyanya ke luar negeri. Wow, tentu sangat membanggakan bisa berkiprah di ajang international. Aku selalu punya idealisasi hidup, yakni sesosok komikus yang hidup sederhana di kampung, tidak dikenal, bahkan mungkin dipandang sebelah mata, namun diam-diam, dari balik rumahnya yang kecil dan sederhana itu, dia berkiprah di ajang international. Karyanya merayapi selusin negara-negara maju.

Selama beberapa bulan lalu dari saat kutulis artikel ini, aku sudah asyik tenggelam dalam pekerjaan baru ini. Menggambar untuk orang asing. Tentu saja atas dukungan istriku tercinta. Banyak suka-dukanya. Sukanya ialah pergaulan jadi luas, kita memiliki teman-teman baru dari berbagai bangsa. Dukanya ialah harus professional, dengan deadline yang ketat, dan komunikasi yang intens. Proses sebuah halaman komik dari scenario menjadi komik tidaklah cepat sebagaimana jika kita menggambar komik kita sendiri. Mereka punya standar-standar sendiri. Berikut contoh hasil pekerjaanku yang kuarsipkan setiap selesai satu tahap.

Tahap paling awal adalah kita menerima skenario/script dari klien kita. Di sini aku scan contoh script yang kuterima dari salah satu klien kami.

Dari script ini, kita harus pelajari dengan seksama apa maksud dan keinginan klien kita dari script yang dibuatnya itu. Hal ini menuntut diskusi yang intens sampai menemukan kata sepakat. Di sini aku scan contoh hasil gambaran storyboard yang disederhanakan dari script di atas, sekedar memudahkan transisi dari tulisan ke gambar.

Tahap selanjutnya adalah membuat layout komiknya berdasar cerita. Layout ini kubuat untuk membangun kesepakatan dengannya mengenai tata letak dan bentuk frame. Di sini mulailah proses yang namanya “revisi”, kadang konsep kita dikembalikan untuk diperbaiki. Jika sudah tak ada lagi revisi, kita masuk ke tahap selanjutnya.

Di sini, dari storyboard sederhana yang sudah disepakati, aku kembangkan ke dalam gambar cerita. Sketsa ini adalah sketsa kasar dan harus mendapat ACC dari klien.

Jika sudah tak ada revisi, tahap selanjutnya aku mulai membuat sketsa jadi dengan halaman lebih bersih (banyak menghapus dari coretan sebelumnya). Sebaiknya memang sejak rough-skecth sebelumnya sudah menggunakan pinsil yang gampang dihapus (4B).

Jika soft-sketch sudah di ACC (tentunya sudah melewati serangkaian revisi yang kadang bikin stress), tahap selanjutnya adalah penyempurnaan menjadi komik jadi. Ini bukanlah tahap akhir. Masih ada satu tahap lagi.

Tahap terakhir adalah menerima Dollar sebagai hasil jerih payah kita. Ini masa tersenyum. Ingat, jangan dihamburkan untuk hal-hal yang gak berguna yach!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s