Paus Yohanes Paulus II


Judul: Paus Yohanes Paulus II
Penulis: Anthony Ann, dengan inisial Pang Kim Xiong
Penerbit: Elexmedia Komputindo

Buku ini telah sukses mengusung aura Katholik ke dalam setiap jalinan cerita yang dibangunnya, yang menjadikan penulisnya, Anthony Ann, tidak hanya sukses sebagai pembuat komik sejarah, namun juga sebagai pengusung suasana sejarah.

Paus Yohanes Paulus II berperan besar dalam perjalanan dunia modern: tumbangnya komunisme, berakhirnya perang dingin dan bangkitnya negara dunia ketiga. Beliau banyak membuat manuver-manuver bersejarah, yang pada gilirannya mampu mengubah paradigma dunia tentang Katolik.

Tak hanya bertemu dengan banyak tokoh-tokoh dunia, beliau menunjukkan langsung pada dunia tentang toleransi Katolik terhadap agama-agama lain di dunia: terhadap Anglikanisme, terhadap Yahudi, terhadap Kristen Ortodoks, terhadap Budha dan juga terhadap Islam. Beliau meluangkan waktu beberapa kali bertemu dengan Dalai Lama, pemimpin besar Budha Tibet, sebagai seorang sahabat.

Sekedar catatan: Paus Yohanes Paulus II adalah kepala agama Katholik yang paling toleran. Saat berkunjung di masjid, beliau tidak hanya memegang Al-Quran, bahkan mencium kitab suci itu. Sayang, editor buku ini melarang adegan itu ditampilkan.

Beliau menjadi paus pertama yang berkunjung ke Jepang, dan beberapa negara Asia Pasifik. Atas nama perdamaian, beliau tak hanya bertemu langsung Nelson Mandela, beliau juga berani mengkritik serangan Amerika terhadap Irak, dan menentangnya.

Barangkali tak ada yang paling dramatis bagi tokoh dunia modern kecuali saat beliau mendapat serangan tembakan dari pengikut gerakan extrim Turki, Mehmet Ali Agca. Peluru hanya beberapa milli dari titik kematiannya. Beliau tidak berhenti berdoa pada Santa Perawan Maria dan memasrahkan diri padaNya, sementara penembaknya merangsek melarikan diri dari kerumunan massa di Santo Petrus Square.

Secara mengagumkan beliau selamat dari kematian dan sembuh dari lukanya. Mehmet Ali diringkus dan dijebloskan ke penjara dengan keputusan hukuman mati.

Dua hari setelah Natal, pada 1983, Yohanes Paulus berkunjung ke penjara Mehmet Ali dan mendapat 20 menit untuk berbincang dengan orang yang ingin membunuhnya itu. Sri Paus menyatakan memaafkan semua perbuatan Mehmet Ali. (Mehmet Ali dilepaskan dari hukuman mati juga atas pengaruh Sri Paus pada penguasa Spanyol).

Serangan kedua dilakukan mantan pastur Spanyol, Juan Maria Fernandez y Krohn, dengan bayonet. Lagi-lagi Sri Paus terselamatkan dari kematian.

Masih banyak tindakan Sri Paus Yohannes Paulus II yang mengagumkan, yang pada gilirannya menjadikannya sebagai pemimpin besar yang berpengaruh bagi dunia. Salah satunya dalam sebuah ungkapan: “tanpa Sri Paus takkan ada solidaritas. Tanpa solidaritas takkan ada Gorbachev. Dan tanpa Gorbachev takkan ada ketumbangan Komunisme.”

Sesungguhnya, meski tidak turun langsung menggerakkan massa, atau memberi instruksi pada aparatur di bawahnya, pengaruh seorang paus—meski hanya lewat pidato seremonial—bisa menjadi pemicu utama bagi perubahan dunia. Hal ini dikarenakan pidato paus berbeda dengan pidato seorang pemimpin dunia biasa. Pidato paus bersifat hukum, mutlak dan surgawi. Sebagai contoh Paus Urban II dianggap sebagai pemicu perang salib meski beliau tidak ikut dalam perang salib (meninggal dua minggu setelah perang salib pertama berhasil merebut Yerusalem). Semua ini karena pidato beliau yang berhasil menyatukan Eropa untuk merebut tanah suci.

Dalam pola yang sama, Paus Yohanes Paulus II berhasil membuat pidato yang menjadi cikal bakal terbentuknya Solidaritas di Polandia, yang pada gilirannya memicu serentetan pemberontakan di seantero Uni Soviet. Memang benar sebelum semua itu telah ada gerakan-gerakan anti komunis yang menuntut lepasnya diri dari Uni Soviet. Tapi jelas Solidaritas, sebagaimana gerakan-gerakan perlawanan lain di seantero Uni Soviet, setelah mendapat tindakan represif dari Jendral Jarazelky, hampir bisa dipastikan akan padam sesaat setelah kemunculannya jika saja bukan Paus sendiri penginspirasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s