GREGOR MENDEL


Judul: GREGOR MENDEL. Pencetus Ilmu Genetika.
Penulis: Anthony Ann, dengan inisial Pang Kim Xiong
Penerbit: Elexmedia Komputindo, 2006
Ketebalan: 108 halaman

Buku ini telah sukses menyajikan cerita yang sangat mencabik-cabik perasaan pembaca, hingga hanya dalam waktu satu bulan sejak peluncurannya, langsung dan terus mengalami cetak ulang.

Anda mungkin akan kaget bahwa teori Seleksi Alam Charles Darwin pernah hampir ditinggalkan para ilmuwan sebagai teori yang absurd setelah mendapat lawan yang cukup berat, yakni teori Hereditas Mendel. Di tahun 1900, setelah kematian Mendel, tiga ilmuwan di tempat terpisah secara kebetulan menemukan kembali hukum-hukum Mendel yang nyaris dilupakan. Masing-masing, di tempat terpisah, berhasil membuktikan keakuratan hukum Mendel. Dan di tahun itu juga William Bateson, seorang ilmuwan Inggris menemukan artikel-artikel Mendel dan segera mempopulerkannya kembali. Sebelumnya, Mendel ditolak ilmu pengetahuan karena alasan sederhana: dia seorang biarawan sementara dunia sedang mabuk oleh teori evolusi Darwin yang “anti-agama”. Akhirnya, atas hasil-hasil yang diperoleh ilmuwan-ilmuwan ini, jerih payah Mendel tidak sia-sia. Di akhir tahun itu hukum Hereditas Mendel sepenuhnya telah diterima dunia ilmiah, dan Mendel diakui sebagai pencetus ilmu genetika modern.

Selama tigapuluh tahun setelahnya, para pengikut Mendel berhasil membuktikan teori perkembangan bertahap melalui seleksi alam yang dipelopori Charles Darwin sepenuhnya salah. Dalam pandangan penganut Mendel, evolusi harus dilihat dalam kerangka mutasi gen. Meskipun akhirnya terjadi sintesis, tapi teori Mendel saat itu sudah sepenuhnya merontokkan pilar-pilar evolusi Darwin. Pembalasan yang setimpal atas efek dari teori Darwin sebagai pemicu semua penderitaan Mendel semasa hidup.

Buku ini bercerita tentang kegigihan Gregor Mendel, seorang biarawan Katholik yang menjadi pencetus ilmu genetika modern. Sebuah cerita yang amat memerikan hati. Bagaimana dia harus keluar dari kemiskinan keluarganya di kala kecil, dan bercita-cita dalam kehidupan yang saleh. Pendidikannya di luar seminari gagal, dan cita-citanya untuk menjadi pengajar ilmu alam juga kandas karena sakit ayan yang dideritanya. Setelah lama berkutat dengan kacang polong di biaranya yang tenang dan sepi, Mendel menemukan hukum-hukum Hereditas, yakni:

Pertama: Pada setiap makhluk hidup terdapat unit-unit dasar (gen), yang membawa sifat induk induk untuk diteruskan ke keturunannya. Unit dasar ini tidak bisa hilang. Kedua: Terdapat dua jenis unit dasar, yakni resesif dan dominan.

Mendel juga yang pertama menyusun kajian Biomathematics, sebuah rumusan matematis untuk ilmu alam. Dalam persilangan tumbuhan, dia mendapat rasio 3:1 pada keturunan kedua untuk perbandingan gen resesif dan dominan.

Jalan cerita komik ini sungguh menyayat hati. Meski sudah disebarluaskan, hukum hereditas Mendel tidak mendapat sambutan. Dia lalu beritikat mengirimkan ke beberapa ilmuwan secara langsung. Namun tak satu pun menanggapinya, bahkan satu ilmuwan, Karl Nageli, lebih suka mengkritik teorinya. Mendel beberapa kali mempresentasikan teorinya, namun ditolak dan dikecam. Kemudian, setelah dia diangkat sebagai kepala biara, Mendel mulai menui perseteruan dengan pemerintah. Biaranya dikucilkan. Teman-teman Mendel pun meninggalkannya. Di ujung usinya, Mendel bentul-betul sendirian, merana dan terluka. Dia membakar semua temuan ilmiahnya, dan meninggal akibat gagal ginjal yang kronis, sebagai ilmuwan yang dilupakan. Buku ini berusaha menceritakan betapa komunitas ilmiah sanggup berlaku sangat kejam pada ilmuwan yang begitu gigih memegang kebenaran, oleh alasan-alasan politis, dalam jalinan cerita yang menguras air mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s